Dalam Industri Fashion, Denim Adalah Salah Satu Penemuan Terpenting

Denim is not a trend, it’s here to stay

Siapa yang tak tahu denim? Material ini diperkenalkan pertama kali ke dunia pada tahun 1873, namun popularitasnya masih konsisten hingga hari ini.

Bahkan tak berlebihan rasanya jika material ini disebut-sebut ada di lemari semua orang. Pasalnya denim memang diperjualbelikan ke semua segmentasi pasar; dari pedagang tradisional hingga rumah fashion bertaraf internasional.

Lantas kenapa material yang satu ini tak pernah (akan) lekang oleh zaman? Dan bagaimana proses modernisasinya menyentuh Indonesia?

Darahku Biru, INDIGO dan Wall of Fades

Animo tinggi skena fashion Indonesia terhadap denim tak lepas dari aktivitas online.

Sebelum terbentuk menjadi komunitas yang besar, para pecinta material ini sudah kerap berkomunikasi lewat platform diskusi daring.

Ketika itu, antusiasme para pecinta denim Indonesia punya dua wadah; Darahku Biru sebagai forum dan INDIGO (Indonesis Denim Group) sebagai komunitas.

Movement yang bermula pada tahun 2008 tersebut pun berkembang jadi interaksi tatap muka. Gathering yang dilakukan secara rutin pun digadang-gadang jadi penyebabnya.

Titik puncaknya ketika komunitas tersebut menggelar event annual bertajuk Wall of Fades yang diadakan di venue-venue publik. Strategi tersebut terbilang cukup berhasil; kegemaran yang tadinya dikenal sebagai niche mulai menarik pasar umum.

Ibarat virus, semangat positif yang diinisiasi gerakan ini pun jadi kompor dunia fashion Indonesia. Sejumlah brand bermunculan dan beradu kualitas. Beberapa brand hasil inkubasi Darahku Biru dan INDIGO seperti Old Blue, Pot Meets Pop dan Elhaus pun berkali-kali mencuri sorotan global.

“Denim is forever cool”

Ketika ditanya kenapa material ini bisa begitu lestari, Bhisma Diandra (salah saru anggota Darahku Biru) punya alasan tersendiri. Pasalnya, denim adalah material yang unik dan tak ada duanya.

Tiap jeans yang gue pake terus-terusan nantinya pasti akan punya cerita tersendiri. Itu esensi penggunaan jeans yang udah fading,” ujarnya.

Hal ini pun diamini oleh Direz, co founder dari Darahku Biru.

Denim udah bertahan lebih dari 100 tahun dan nggak ada lagi yang bisa bertahan hingga 100 tahun selain denim, dan kayaknya akan terus begitu,” tutup Direz.

source : uss FEED

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Open chat
Hello, selamat datang di My BMC..